Terbuka di tab baru
08 Oktober 2026

Aksi di Depan Bank Singapura: Setop Biayai Proyek Batu Bara Captive

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan serta anomali suhu udara yang terjadi di Indonesia pada September 2026, sejumlah aktivis melakukan aksi di depan kantor pusat Bank UOB di Jakarta, Kamis (8/8), mengingatkan perbankan untuk berhenti membiayai proyek batu bara baru.

”Bank-bank asal Singapura–DBS, OCBC, dan UOB–sejak 2019 telah mengumumkan secara resmi bahwa mereka menghentikan pembiayaan ke proyek batu bara baru. Tindakan bank-bank Singapura yang memanfaatkan celah aturan untuk membiayai pembangunan PLTU batu bara captive sangat merugikan iklim,” kata Ginanjar Ariyasuta, Juru Kampanye Market Forces.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, bahwa suhu udara di Indonesia sepanjang bulan September 2026 lebih panas hampir 1 derajat (0,95°C). Anomali suhu udara tersebut menjadi nilai anomali tertinggi kedua sepanjang periode pengamatan sejak 1991, melanjutkan kondisi yang juga terjadi pada Agustus 2026.

“Anomali suhu udara dan bencana iklim yang terjadi seharusnya menjadi pengingat bahwa perbankan memiliki tanggung jawab yang signifikan untuk ikut menentukan proyek pembangunan seperti apa yang layak dibiayai dan mana yang harus dihentikan. Proyek PLTU batu bara baru sebagai sektor yang terbukti memicu krisis iklim seharusnya tidak lagi menjadi portofolio yang terus dibiayai bank, termasuk PLTU captive” kata Rendy Dharmawansyah, Juru Kampanye Iklim dan Energi Climate Rangers Jakarta.

Aksi di depan Kantor Bank UOB hari ini mempertanyakan klaim bank bahwa mereka tidak lagi mendanai proyek batu bara. Namun, sebagaimana analisis Market Forces, kebijakan bank-bank besar Singapura menyisakan celah besar yang memungkinkan pendanaan PLTU batu bara captive.

DBS secara eksplisit mengecualikan PLTU batu bara captive dalam cakupan komitmen  nol batu baranya. Sementara kebijakan batu bara OCBC dan UOB hanya mencakup klien di sektor pembangkit listrik, sehingga mereka tetap dapat mendanai batu bara untuk industri meskipun telah berkomitmen menghentikan dukungan terhadap bahan bakar fosil yang mencemari lingkungan.

Dokumentasi foto-foto aksi di depan Bank UOB hari ini, akses di sini: https://drive.google.com/drive/folders/18YDR4txo6f1xUNAsLPw9LQjNLCFV9y4N?usp=share_link


Untuk pertanyaan dan wawancara media, hubungi:
Rendy Dharmawansyah, +62 813-1613-2469, rendy@climaterangers.or.id
Ginanjar Ariyasuta +62 851-5656-8359, ginanjar@marketforces.org.au